pantang pulang sebelum padam

Minggu, 30 September 2012

Cara Perawatan Tabung APAR Print Email Selasa, 07 Agustus 2012 16:50 CARA PERAWATAN TABUNG APAR CHUBB FIRE EXTINGUISHER Sebagai alat pemadam dan penanggulangan dini dari bahaya kebakaran, kita harus benar-benar memastikan bahwa tabung APAR yang kita miliki, dapat beroperasi sebagaimana fungsinya. Terutama saat dalam kondisi terjadinya kebakaran, tabung alat pemadam api ringan APAR yang kita gunakan tidak berfungsi, isinya tidak keluar, handlenya macet, atau tabung sudah kehabisan tekanan karena gas pendorongnya bocor. Satu-satunya cara untuk mengantisipasi hal tersebut diatas, sudah seharusnya dilakukan perawatan demi kelayakan fungsi alat pemadam kebakaran dini.Melakukan perawatan haruslah dilakukan secara periodik/berkala. Untuk perawatan cukup dilakukan pengecekan/control kelayakan 1 (satu) bulan sekali. Dan setiap 1 (satu) tahun sekali, lakukanlah pengisian ulang/refilling dan service. Berikut langkah-langkah perawatan yang harus dilakukan SETIAP BULAN : Pastikan gas pendorong di dalam tabung tidak bocor dan dalam keadaan bertekanan. Dengan cara melihat dari posisi jarum yang terdapat di pressure gauge berada di posisi 15 s/d 20 Bar. (Berlaku untuk tabung type Stored Pressure) Buka threaded yang berada di leher tabung, buka tabung cartridge-nya, lalu cek dan pastikan bahwa segel di tabung Cartridge-nya masih dalam keadaan utuh, lalu pasang kembali semuanya seperti posisi semula. (Berlaku untuk tabung type Cartridge) Pembersihan pada body tabung, agar terhindar dari debu dan korosi. Pertama, gosok tabung dengan kain basah hingga tak ada lagi debu, lalu gosok lagi dengan kain kering. Setelah itu oleskan sedikit solar pada body tabung secara merata, lalu akhiri dengan penggosokan menggunakan kain kering. Guna menghindari pembekuan extinguishing agent, terutama type ABC Dry Chemical Powder/Multipurpose ABC Dry Chemical Powder, dapat dilakukan dengan membolak-balik tabung. Caranya, satu tangan memegang bagian atas tabung, dan tangan satunya lagi memegang bagian bawah tabung. Lalu bagian atas tabung dibalik ke bawah dan sebaliknya, bagian bawah tabung dibolak ke atas. Lakukan hingga 3 sampai 5 kali secara perlahan. (Berlaku untuk tabung model Portable Standard, baik Stored Pressure maupun Cartridge) Lakukanlah pelumasan rutin pada roda tabung. Pastikan jari-jari, velg, dan posisi roda dalam keadaan baik. Agar menghindari kemacetan roda, patah velg dan jari-jari, saat tabung akan digunakan atau dipindahkan dari posisi sebelumnya. (Berlaku untuk tabung model Wheeled Trolley / tabung beroda) Jika posisi tabung digantung menggunakan Bracket, pastikan Bracket dalam keadaan kuat dan melekat sempurna dengan dinding. (Berlaku untuk tabung model Portable Standard, baik Stored Pressure & Cartridge) Usahakan agar tabung alat pemadam api ringan APAR Chubb terhindar dari kontak langsung matahari dan hujan. Dianjurkan untuk memberi penutup/canopy/ pelindung pada tabung guna menjaga kualitas tabung agar tetap tahan lama. Berikut Langkah-langkah Perawatan yang Harus Dilakukan SETIAP TAHUN : Perawatan rutin setiap tahun yang dianjurkan dan direkomendasikan oleh Peraturan Suku Dinas Pemadam Kebakaran adalah melakukan isi ulang/refilling extinguishing medium Chubb. Kami menyediakan jasa isi ulang semua merek dan jenis tabung alat pemadam api ringan APAR. Dan kami juga menyediakan jasa SERVICE maupun PERBAIKAN untuk setiap isi ulang tabung alat pemadam api ringan APAR di gerai-gerai kami secara GRATIS*. * Tidak termasuk penggantian equipment yang rusak. Perawatan rutin setiap tahunnya harus melakukan OVERHAUL dan TUNE-UP tiap-tiap spare part dari instrument tabung. Lalu tahap akhir adalah hydrostatic, tes uji kelayakan tabung. Kami siap melayani sebanyak apapun kebutuhan Anda untuk isi ulang tabung APAR dalam waktu yang efektif dan bisa diandalkan. Juga bersedia dipanggil, untuk melakukan isi ulang tabung alat pemadam api ringan di tempat yang Anda inginkan.

Jumat, 28 September 2012

Makna simbol DINAS PEMADAM KEBAKARAN

Lambang terdiri dari 4 (empat) bagian pokok: a. Bagian dalam yang terdiri dari : 1) 1 (satu) buah helm pelindung kepala; 2) 3 (tiga) jenis kelengkapan kerja (kampak, pemancar dan selang); 3) 1 buah helm, 3 jenis kelengkapan kerja dan 19,19 lidah api bermakna melambangkan hari lahir Instansi ini di bumi Nusantara yaitu tanggal 1 maret 1919; 4) Jari-jari lingkaran dalam 3 cm. b. Bagian Luar 1. Bagian luar berbentuk lingkaran melambangkan bahwa tugas Dinas Pemadam Kebakaran adalah bagai lingkaran yang tak berujung dan tak berpangkal (siap siaga 24 jam) 2. Jari-jari lingkaran bagian luar 3,5 cm c. Kelopak Bunga Wijaya Kusuma Kelopak bunga wijaya kusuma sebagai lambang kemenangan dalam arti setiap pelaksanaan tugas pemadaman dan penyelamatan diharapkan selalu menang/sukses. d. Warna - Warna putih berarti kebenaran/kesucian - Warna merah berarti keberanian /semangat yang membara - Warna kuning berarti kemuliaan/keluhuran hati dalam melaksanakan tugas - Warna biru berarti kesetiaan 2. Makna dan arti motif a. Motif helm, kampak, pemancar didasarkan pada kelengkapan peralatan personil dalam menjalankan tugas pokok sebagai anggota Pemadam Kebakaran; b. Motif dua tangkai lidah api yang menyala menandakan bahwa bahaya kebakaran selalu mengintai; c. Motif 5 (lima) kelopak bunga adalah melukiskan Pancasila; d. Motif tali melingkar melambangkan peralatan rescue/penyelamatan sebagai kesiagaan dan kesiapan memberi pertolongan kepada korban e. Motif air melambangkan terpenuhinya bahan pokok dalam pemadaman kebakaran; f. Tulisan YUDHA BRAMA JAYA YUDHA artinya perang, BRAMA artinya api dan JAYA artinya menang. Jadi YUDHA BRAMA JAYA mempunyai makna menang melawan kebakaran atau menang berperang dengan kebakaran.

Kalea P Ingin Menjadi Pemadam Kebakaran

Pengenalan APAR dan Cara Penggunaan APAR

Materi Training yang akan saya sampaikan kali ini adalah : Pengenalan APAR dan Cara Penggunaannya. Setelah mengikuti materi training ini diharapkan Satpam (security guard) dapat memahami dan mampu melaksanakan tugas-tugas: Mengetahui kondisi dan tindakan untuk pencegahan kebakaran di area kerja masing-masing; Mengetahui kondisi sarana proteksi kebakaran di area kerjanya; Mampu memadamkan kebakaran tingkat awal; Mampu mengamankan lokasi kebakaran. APAR (Alat Pemadam Api Ringan) adalah alat pemadam api portable yang mudah dibawa, cepat dan tepat di dalam penggunaan untuk awal kebakaran, selain itu pula karena bentuknya yang portable dan ringan sehingga mudah mendekati daerah kebakaran. Dikarenakan fungsinya untuk penanganan dini, peletakan APAR-pun harus ditempatkan di tempat-tempat tertentu sehingga memudahkan didalam penggunaannya.
Berikut tempat yang direkomendasikan untuk diletakkannya APAR :
  1. Diletakkan pada jalur jalan keluar.
  2. Dekat dengan pintu dan diberi label yang mudah dibaca serta terlihat dengan dengan jelas.
  3. Cukup dekat dengan daerah yang berbahaya.
  4. Bila diletakkan pada gantungan (hanger), tinggi handle (pegangan) dari lantai = 120 cm
  5. Pada gedung bertingkat usahakan posisi diletakkannya APAR adalah pada posisi yang sama, diletakkan pada sudut-sudut gang (koridor) atau dekat pintu tangga.
Proses terjadinya api/kebakaran diakibatkan oleh bersatunya tiga unsur :
  1. Bahan bakar
    Benda yang mudah terbakar, seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik dan sebagainya.
  1. Oksigen (O2)
    Tersedia di udara
  1. Sumber Panas
    Seperti energi elektron (listrik statis ataupun dinamis), sinar matahari, reaksi kimia, dan perubahan kimia.
Apabila ketiganya bersenyawa maka akan terjadi api. Apabila sudah terjadi kebakaran maka langkah kita adalah menghilangkan adanya oksigen dalam kebakaran tersebut.


BAHAN KANDUNGAN APAR
Selain dibedakan berdasarkan besar atau ukurannya, APAR dapat pula dibedakan berdasarkan bahan pemadam (racun api) di dalamnya. APAR mengandung tiga jenis bahan, yaitu :
  1. Halon
    Adalah APAR yang diisi dengan gas carbon monoksida (CO) yang dapat mematikan api dengan mengeluarkan cairan yang dingin. Pengguna APAR dilarang memegang Nozle saat melakukan pemadaman untuk menghindari tangan menjadi kaku karena mengalami kebekuan yang berakibat fatal saat melakukan pemadaman.
  2. Powder
    Adalah APAR yang menggunakan bahan dari tepung atau bubuk. Pengguna APAR jenis ini sebaiknya menggunakan masker sebab partikel tepung atau bubuk dapat terhirup masuk ke saluran pernapasan, yang bila dalam jumlah besar dapat menyebabkan pingsan.
  3. Foam
    Adalah APAR berbahan dari jenis busa atau foam yang dibuat dari campuran air dan sabun dengan komposisi standar.

KELAS/JENIS KEBAKARAN
Di Indonesia kebakaran dibagi menjadi:
  1. Kelas A
    Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu, plastik, karet, busa, dan lain-lainnya. Media yang baik untuk pemadaman kebakaran untuk kelas ini adalah: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan APAR tepung kimia kering.
  2. Kelas B
    Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan, misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol, dan lain-lainnya. Media yang baik untuk pemadaman kebakaran untuk kelas ini adalah: pasir, APAR tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk jenis ini karena berat jenis air lebih berat daripada berat jenis bahan di atas, sehingga bila kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana.
  3. Kelas C
    Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media yang baik untuk pemadaman kebakaran untuk kelas ini adalah: APAR tepung kimia kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan kebakaran.
  4. Kelas D
    Kebakaran pada logam seperti magnesium dan sodium. Ini tergolong kebakaran berat dan dalam mematikan api kita perlu menggunakan alat khusus.

UKURAN APAR dan KEMAMPUAN MEMADAMKAN API


Ukuran APAR juga perlu diperhatikan karena akan berpengaruh pada luas api yang akan dimatikan. Misalnya APAR ukuran 9 kg digunakan untuk 5 m2 luas api, jadi per kilonya dapat digunakan untuk 0,5 m2.


BAGIAN-BAGIAN APAR


CARA PENGGUNAAN APAR
  1. Pastikan APAR berisi dan dapat digunakan (lihat indikator).
  2. Tarik Pin atau Pengunci APAR.
  3. Sebelum masuk ke lokasi kebakaran, tes terlebih dahulu dengan menekan sedikit pompanya.
  4. Berdirilah sesuai arah mata angin untuk menghindari panasnya api.
  5. Pegang selang APAR, jangan nozlenya, tekan tuas, sapukan ke api kiri dan kanan secara berulang hingga api mati.